Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura sepanjang 5.438 meter menjadi objek wisata baru di Madura. Jembatan yang terdiri dari jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge), justru memberikan pesona pemandangan laut lepas ketika melintasinya.
Dita Wisnuwardani dan rekan satu timnya Anshar Dadiady menyempatkan diri berhenti di jembatan ini. Mereka mendapat kesempatan untuk berpetualang keliling Indonesia karena mengikuti program Aku Cinta Indonesia (ACI) detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku gak menyia-nyiakan waktu untuk foto-foto. Lautnya juga bersih banget. Jadi memang bagus banget," sambung wanita yang biasa dipanggil Dee.
"Jembatannya sangat megah dan melambangkan Indonesia. Karena memang dibuat oleh orang-orang Indonesia," timpal Anshar.
"Jembatan ini selain berguna untuk sarana transportasi, juga sebagai objek wisata. Aku gak melewatkan untuk foto-foto dan akan aku tunjukan ke orang Papua kalau jembatan ini sangat bagus," sambung Anshar lagi.
"Aku juga ingin mempelajari bagaimana jembatan ini dibangun dan menerapkannya di Jayapura," lanjut Anshar, mahasiswa jurusan Teknik Informatika di Universitas Jayapura.
Jembatan yang dibangun pada tahun 2003 dan selesai tahun 2009, tidak terlalu berbahaya bagi wisatawan yang ingin berfoto. Mereka dapat berfoto ketika memasuki jembatan ini.
" Di jembatan ini terdapat sisi jalan untuk mobil berhenti. Jadi gak ada masalah juga dengan arus kendaran yang lewat. Angin dari juga laut cukup kencang, jadi kita hanya foto-foto pas masuk jembatan ini saja," ujar Dee, seorang arsitek.
Cerita-cerita pengalaman Dee dan Anshar serta peserta ACI lainnya dapat disimak di Jurnal Petualang ACI.
Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian,
Garuda Indonesia, dan Optik Seis.
(lom/lom)











































