"Ini patut diduga ada kepentingan politik," kata Ketua DPP PDIP bidang Hukum Trimedya Pandjaitan di Gedung DPR, Senayan, Selasa (5/10/2010).
Kepentingan politik yang dimaksud Trimedya berkaitan dengan masa tugas Timur sebagai anggota Polri. Mantan Ketua Komisi III ini mengatakan, Timur lahir pada 1956 dan akan pensiun pada Oktober 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ini bisa saja diduga untuk mengamankan mereka dan mengamputasi lawan politik," lanjut Trimedya.
Meski begitu, secara personal, Trimedya tidak memiliki masalah apapun dengan Timur. "Dia tidak punya kelebihan juga tidak punya cacat di mata saya. Biasa saja. Saya harap dia berkomitmen menjaga netralitas Polri. Jangan mau diintervensi oleh politik," ujarnya.
SBY memilih Komjen Timur Pradopo di detik-detik akhir, sebelum keberangkatannya ke Belanda hari ini. Timur menyisihkan calon lainnya yang digadang-gadang seperti Komjen Imam Sudjarwo, Komjen Nanan Soekarna maupun Komjen Ito Sumardi.
Timur lahir di Jombang, Jatim, 10 Januari 1956. Dia merupakan lulusan Akpol 1978. Dia pernah menjadi Kapolres Jakarta Barat pada 1997-1999 saat peristiwa Trisakti dan Semanggi meletus, Kapolres Jakarta Pusat (1999-2000), dan Kapolwiltabes Bandung (2001) serta menjadi Kapolda Banten, Kapolda Jabar dan terakhir Kapolda Metro Jaya.
Dengan penunjukan Timur ini, SBY dinilai telah merusak kaderisasi Polri. Namun Mabes Polri mengklaim, penunjukan Timur menjadi calon tunggal Kapolri didukung penuh oleh seluruh jajaran Jenderal.
(mad/nwk)
