Demikian perintah Presiden SBY yang disampaikan dalam upacara puncak peringatan nasional HUT ke-65 TNI. Upacara berlangsung di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Selasa (5/10/2010).
"Aparat TNI/Polri agar bertindak lebih pro aktif untuk mencegah dan mengatasi gangguan sosial," kata SBY.
Presiden menekankan, kerukunan sosial merupakan syarat utama bagi keberhasilan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat. Manfaat pembangunan hanya bisa dirasakan bila stabilitas politik dan keamanan di dalam negeri terjaga.
Konflik antar komunitas yang terjadi belakangan ini, menurut SBY bisa dicegah. Masalah yang disengketakan juga bisa dituntaskan melalui dialog yang difasilitasi aparat setempat.
"Kepada jajaran pemerintah daerah, perselisihan antar komunitas, agar dicarikan solusi damai," imbuh SBY.
Menyinggung aksi premanisme, SBY menegaskan agar para pelakunya ditindak tegas. "Pastikan hukum tetap tegak untuk mengayomi masyarakat," ujarnya.
Satu bulan terakhir konflik horizontal kembali terjadi. Kasus benuansa agama yang sempat jadi perhatian adalah rangkaian aksi penyerbuan terhadap Jemaah Ahmadiyah dan aksi penusukan jemaat HKBP Ciketing, Bekasi.
Sementara yang bernuansa etnis, terjadi di Tarakan, Kalimantan Timur. Bentrokan antara komunitas Bugis dan Tidung yang sebenarnya dipicu oleh masalah sepele itu menelan korban jiwa.
(lh/gun)











































