"Program tabungan perumahan agar dapat dilanjutkan kembali. Yakinkan prajurit mau mengangsur rumah pribadinya," ujar Presiden SBY.
Hal ini dikatakannya saat berpidato dalam acara HUT TNI ke-65, yang bertempat di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumua, Jakarta, Selasa (5/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Agar di masa pensiun bisa memiliki rumah pribadi yang layak seusuai dengan kemampuannya," kata SBY.
Sedangkan untuk keterseidaan rumah dinas bagi prajurit, SBY mengatakan, kebijakan tersebut terus dijalankan, penyediaan rumah dinas bukan hanya untuk kesejahteraan tapi menjamin kesiagaan prajurit bersangkutan agar setiap saat dapat ditugaskan.
"Kebijakan perumahan dinas amat penting bagi prajurit Tamtama untuk menjalankan tugasnya," jelasnya.
Seperti diketahui, penyediaan rumah dinas dan pribadi bagi prajurit TNI masih menjadi isu yang sensitif dalam kurun waktu 20 tahun kemarin. Banyak rumah-rumah dinas yang masih ditinggali oleh purnawiraan dan keluarga purnawiraan, meski yang bersangkutan sudah pensiun. Padahal, rumah dinas dititipkan untuk fasilitas bagi prajurit aktif.
Masih sering juga terjadi, pihak aparat harus melakukan penggusuran terhadap keluarga purnawiraan. Rendahnya gaji prajurit juga menjadi salah satu faktor utama dalam kurangnya pemenuhan sandang maupun pangan.
(fiq/nwk)











































