Kedua negara itu memutuskan hubungan pada tahun 1980 menyusul revolusi Islam di Iran dan pengakuan Mesir atas Israel.
Sameh Hefni, kepala otoritas aviasi sipil Mesir dan Hamid Ghavabesh, wakil kepala perusahaan aviasi nasional Iran, telah menandatangani perjanjian untuk melakukan 28 penerbangan per minggu antara Kairo dan Teheran. Namun belum ditentukan kapan penerbangan yang telah terhenti selama 30 tahun itu akan kembali dilanjutkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini perkembangan dalam hubungan antara Mesir dan Iran," tutur Zaki kepada Reuters, Selasa (5/10/2010). "Kedua negara punya kepentingan ekonomi yang tidak pernah terhenti bagaimanapun situasi politik," imbuhnya.
"Namun perkembangan politik membutuhkan syarat-syarat tertentu yang telah disampaikan Mesir di masa lalu," tegas Zaki.
Mesir dan Iran telah lama berseteru mengenai sejumlah isu termasuk proses perdamaian Timur Tengah serta hubungan dengan Israel dan Amerika Serikat.
(ita/nrl)











































