"Kita berkaitan dengan fakta yuridis, kita bicara hukum dan tidak ada masalah," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan saat dihubungi detikcom, Selasa (5/10/2010).
Polri menilai wajar saja kalau kemudian ada pihak-pihak yang mengkaitkan Timur dengan peristiwa Trisakti, saat itu Timur menjabat sebagai Kapolres Jakarta Barat (1997-1999).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya itu saja, Polri juga menilai kasus Trisakti tidak ada persoalan dengan Timur. Bisa dilihat dari penyelesaian kasus itu, tidak ada sidang yang digelar dan terkait dengan Timur.
"Kecuali ada tim dan sampai sidang, seperti kasus Timor Timur itu," tambahnya.
Dia juga meminta agar pihak-pihak tertentu bisa melihat Timur dengan jernih, dan jangan mengkait-kaitkan dengan sesuatu yang tidak berdasar.
"Tidak ada keterkaitan, semuanya clear," ulang Iskandar.
Timur merupakan calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden SBY ke DPR. Timur diajukan setelah menduduki jabatan Kepala Badan Keamanan Pemeliharaan (Kabaharkam) yang berpangkat bintang tiga. Kemunculan Timur di luar dugaan, karena selama ini publik melihat hanya 2 calon yang muncul yakni Komjen Pol Nanan Soekarna dan Komjen Pol Imam Sudjarwo.
Timur Pradopo lahir di Jombang, Jatim, 10 Januari 1956. Dia merupakan lulusan Akpol 1978. Dia pernah menjadi Kapolres Jakarta Barat pada 1997-1999 saat peristiwa Trisakti dan Semanggi meletus, Kapolres Jakarta Pusat (2000), dan Kapolwiltabes Bandung (2001) serta menjadi Kapolda Metro Jaya.
(ndr/nrl)










































