Usai Peringati HUT TNI, Presiden Bertolak ke Belanda

Usai Peringati HUT TNI, Presiden Bertolak ke Belanda

- detikNews
Selasa, 05 Okt 2010 07:11 WIB
Usai Peringati HUT TNI, Presiden Bertolak ke Belanda
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini akan bertolak ke Belanda untuk melakukan kunjungan tiga harinya ke negeri kincir angin tersebut. Serangkaian acara telah menanti Presiden dan rombongan di negara bekas penjajah Indonesia ini.

Informasi yang dihimpun detikcom dari Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan, Selasa (4/10/2010), Presiden dan rombongan akan bertolak ke Belanda dari Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma pada pukul 13.30 WIB.

Agenda kegiatan formal hari pertama terdiri dari kunjungan kehormatan kepada Ratu Beatrix, kemudian melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Senat dan Presiden Parlemen. Setelah dari Gedung Parlemen, Presiden RI akan melakukan pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri Belanda, Dr. Jan Peter Balkenende.

Hari ke dua, Presiden SBY akan memberi pidato di Universitas Leiden. Sesi ini dihadiri para akademisi terkemuka Universitas Leiden, pejabat tinggi pemerintahan dan tokoh masyarakat Belanda. Hari ke tiga, Presiden SBY dan rombongan berkunjung ke Universitas Universitas Wageningen untuk menyaksikan penandatangan kerjasama antara perguruan tinggi terkemuka itu dengan Institut Pertanian Bogor.

Rencana keberangkatan Presiden ke Belanda ini sempat menimbulkan kontroversi. Pemicunya, wawancara Junus E Haibibie di media setempat Financieele Dagblad edisi Kamis 23 September, terkait rencana kunjungan Presiden SBY ke Belanda. Di media itu dikutip Junus menyebutkan SBY tidak akan ke Belanda jika ada orang seperti Wilders di kabinet.
 
Wilders mengecam statemen berani Junus yang mengatakan Presiden SBY bisa batal pergi ke Belanda kalau ada Wilders di parlemen dan mengatakan pemilih PVV sakit jiwa.

Tak cuma 'dihadang' Wilders, rencana kedatangan SBY ke Belanda juga menjadi polemik. Pemerintah Republik Maluku Selatan (RMS) dalam pengasingan meminta agar presiden RI Yudhoyono ditangkap saat kunjungan kenegaraan ke Negeri Belanda pekan depan.

Tuntutan penangkapan itu disampaikan melalui kort geding (prosedur dipercepat) ke pengadilan, demikian Presiden RMS John Wattilete yang juga seorang advokat dalam pernyataan di Teletext televisi publik NOS, Sabtu (2/10/2010).

Manuver pemerintah RMS dalam pengasingan ini merupakan sinyal bagi Jakarta dan Den Haag, agar peristiwa yang menodai kunjungan presiden Soeharto di 1970 tidak terulang. Saat itu RMS beraksi, menduduki Wisma Duta RI dan menyandera seluruh penguhuninya. Satu orang dilaporkan tewas.

Pemerintah pun telah melakukan kroscek ke KBRI Belanda terkait masalah ini. Menurut KBRI Belanda, belum ada laporan adanya permintaan penangkapan terhadap SBY tersebut.

Sementara pihak kerajaan Belanda mengaku siap mengamankan Presiden SBY dan rombongan.

(anw/fiq)


Berita Terkait