"Berangkat tanggal 5 sore, tiba tanggal 6 pagi dan langsung ada kegiatan. Agendanya amat padat," kata Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, Selasa (5/10/2010).
Agenda kegiatan formal terdiri dari kunjungan kehormatan kepada Ratu Beatrix. Prosesi upacara Penyambutan Kenegaraan digelar di Istana Noordeinde yang dilanjutkan dengan resepsi kenegaraan dan Jamuan Santap Siang Pribadi dengan Ratu Beatrix dan keluarganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agenda selanjutnya melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Senat dan Presiden Parlemen. Setelah dari Gedung Parlemen, Presiden RI akan melakukan pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri Belanda, Dr. Jan Peter Balkenende, yang dilanjutkan Pertemuan Bilateral Indonesia – Belanda.
"Presiden RI dan PM Belanda akan penandatanganan dokumen 'Joint Declaration between the Republic of Indonesia and the Kingdom of the Netherlands on Comprehensive Partnership' di bidang ekonomi dan lain sebagainya, ” tegas Faiz .
Hari ke dua, Presiden SBY akan memberi pidato di Universitas Leiden. Sesi ini dihadiri para akademisi terkemuka Universitas Leiden, pejabat tinggi pemerintahan dan tokoh masyarakat Belanda.
"Tema pidato adalah bagaimana kedua negara dapat bekerjasama dalam merespons berbagai isu strategis yang jadi kepentingan bersama. Pada kesempatan ini Presiden RI akan menerima penghargaan 'Willem Van Orange'," jelas mantan Jubir Kemenlu ini.
Hari ke tiga, Presiden SBY dan rombongan berkunjung ke Universitas Universitas Wageningen untuk menyaksikan penandatangan kerjasama antara perguruan tinggi terkemuka itu dengan Institut Pertanian Bogor. Di sana Presiden RI akan memberikan pidato singkatnya yang bertema 'Knowledge and Technology: Indonesia – Netherlands Cooperation in A Changing Global Environment".
"Rombongan kenegaraan tiba kembali di Tanah Air pada 9 Oktober 2010," pungkas Faiz.
(lh/anw)











































