Santunan tersebut diberikan untuk dua korban tewas atas nama Tohirin dan Heru Widyatmiko asal Pekalongan. Santunan diterima masing-masing ahli waris korban, yakni Fitrie Soehardini ( istri almarhum Tohirin) dan Eulis Herawati ( istri almarhum Heru widyatmiko).
Kepala Perwakilan PT Jasa Raharja Wilayah Pekalongan, Handry, mengatakan santunan tersebut diberikan karena persyaratan kedua korban sudah lengkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
di perlukan," ujarnya.
Sementara Eulis Herawati, istri almarhum Heru Widyatmiko mengucapkan terima kasih terhadap santunan tersebut. Namun dia menolak berkomentar banyak karena masih shock.
"Saya masih tidak percaya dengan kajadian yang menimpa suami saya," katanya sambil terisak.
Seperti diketahui, KA Agro Anggrek jurusan Jakarta-Suraba menabrak KA Senja Utama di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB, Sabtu (2/10/2010). Akibat kejadian itu, gerbong terakhir KA Senja Utama ringsek. Kecelakaan maut itu juga menyebabkan 34 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Sejumlah penumpang selamat menyayangkan lambannya pertolongan kepada korban. Sejumlah petugas medis, baru tiba sejam setelah kecelakaan terjadi.
Demikian pula dengan alat berat yang dibutuhkan untuk mengevakuasi korban-korban yang terjepi. Alat berat baru datang ke lokasi kejadian 4 jam kemudian.
PT KA berkilah, lamanya pengiriman alat berat semata-mata disebabkan jauhnya jarak. Alat berat tersebut didatangkan dari sejumlah tempat, antara lain Tegal.
(djo/djo)











































