Mayat bocah malang itu pertamakali ditemukan oleh Dedi, staf PT Asindo, sekitar pukul 15.00 Wita, di saluran air samping Mall Panakukang, Jalan Adhyaksa, Senin (4/10/2010). Dedi kemudian meminta anak buahnya mengikuti aliran air agar jenazah bocah balita itu bisa dievakuasi. Saat ditemukan, mayat balita itu sudah bengkak dan menyebarkan aroma busuk.
"Saya kemudian mengontak Kanit Intelkam Polsek Panakukang untuk melakukan evakuasi," ujar Dedi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Dokpol Polda Sulselbar langsung menjemput jenazah balita itu mobil ambulans. Mayat itu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Jl Mappaoddang, Makassar, guna kepentingan otopsi.
Diduga Bernama Eka
Belakangan muncul dugaan mayat balita tersebut adalah Eka (3). Putri pasangan Jamil dan Nursiah, warga Tidung Mariolo itu dilaporkan hilang dari rumahnya sejak 24 September lalu.
"Saat Eka hilang, kami memang menduga ia hanyut saat bermain di sekitar kanal," ujar Basyir, paman Eka.
Saat ini sejumlah keluarga dekat Eka, sudah berduyun-duyun menuju RS Bhayangkara. Mereka menunggu hasil identifikasi Tim Forensik Dokpol Polda Sulselbar untuk memastikan identitas mayat tersebut.
(djo/djo)











































