Rombongan yang jumlahnya sekitar 25 tersebut menamakan dirinya Generasi Putih. Mereka menuntut penuntasan kasus BLBI dan Century di depan Kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (4/9/2010).
Yang menarik dari aksi mereka ini adalah ketika empat orang perwakilan pendemo, masuk halaman KPK sembari membawa sayur busuk yang di antaranya terdiri dari sawi, wortel dan tomat dalam satu kardus. Kardus tersebut lantas diserahkan kepada salah satu perwakilan dari KPK yang keluar ke halaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam orasinya dari pukul 14.00-15.00 WIB demonstran menilai pengusutan kasus BLBI dan Century di KPK makin lama makin tenggelam. Sehingga kasus tersebut belum juga tuntas. Jika kedua kasus besar tersebut terlalu lama tidak diselesaikan KPK, lama kelamaan akan membusuk.
Sebelumnya, pihak KPK menyatakan bahwa KPK belum berhenti dalam menyelidiki kasus Century. Karena itu, KPK masih terus memeriksa sejumlah saksi.
Tak lama setelah rombongan Generasi Putih meninggalkan kantor KPK, giliran massa yang menamakan dirinya Kaukus Muda Indonesia (KMI) yang beraksi. Dengan membawa bendera berwarna dasar putih mereka menuntut KPK untuk segera mengambil alih kaus Korupsi di BP Migas yang mereka klaim telah merugikan uang negara sebesar Rp. 300,6 milliar.
Berbeda dengan Generasi Putih, masa KMI tidak mengirim perwakilannya untuk masuk ke halaman kantor KPK. Mereka hanya berorasi di luar pagar.
(gah/fay)











































