"Jangan biarkan generasi muda kita menafsirkan makna jihad di dalam Alquran secara keliru, sebagai jalan kekerasan dan menghalalkan segala cara," ujar Presiden SBY.
Hal itu disampaikan SBY dalam acara Silaturahmi Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis Tingkat ASEAN dan Pasifik di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (4/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY juga menambahkan agar siapa pun tidak boleh mengatasnamakan agama sebagai instrumen untuk melakukan tindak kekerasan dan teror. Memperjuangkan Islam, imbuhnya, perlu dilandasi dengan perilaku yang baik.
"Bukan sebaliknya, tindakan yang tidak Islami," tuturnya.
Silaturahmi ini selain dihadiri oleh beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II seperti Mendiknas M Nuh, Menkopolhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Agama Suryadharma Ali, juga duta besar beberapa negara Islam dari Timur Tengah.
(nwk/lrn)
