Menhub Minta Masinis Tidak Diperiksa Seperti Pelaku Kriminal

Menhub Minta Masinis Tidak Diperiksa Seperti Pelaku Kriminal

- detikNews
Senin, 04 Okt 2010 16:01 WIB
Menhub Minta Masinis Tidak Diperiksa Seperti Pelaku Kriminal
Jakarta - Faktor human error, utamanya kelelahan masinis, diduga kuat sebagai penyebab kecelakaan KA di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah.  Menhub Freddy Numberi meminta pemeriksaan terhadap masinis tidak dilakukan seperti seorang pelaku kriminal.

"Jadi karena ini proses hukum, kita tekankan pemberkasan oleh PPNS (Penyelidik Pegawai Negeri Sipil). Kita tekankan, kamu jangan membuat mereka seperti kriminal. Mereka bukan kriminal," ujar Menhub Freddy Numberi.

Hal itu disampaikan Menhub di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (4/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para masinis itu, imbuhnya, merupakan para pegawai yang melaksanakan tugas, tapi karena kelalaian, menyebabkan orang lain meninggal. Pemeriksaan, harus mempertimbangkan faktor kemanusiaan.

"Jadi kita minta pemberkasan di Kejaksaan nanti, maupun pada tahap penuntutan, harus melihat faktor yang tadi, kelelahan dan sebagainya," tegas Freddy.

Apalagi, masinis KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KA Senja Utama, sudah berpengalaman dan sering melalui jalur tersebut.

"Dan satu hal yang perlu kita garis bawahi, masinis yang bekerja ini 20 tahun pengalaman. 20 Tahun kan bukan main, dia tiap hari lewat jalur itu, sudah mengerti mana jalur yang harus berhenti mana yang tidak ," kata dia.

Pihaknya sangat menyesalkan faktor human error yang sering terjadi ini. Untuk itu pihaknya mengkaji untuk memperpendek jam kerja masinis dari 8 jam menjadi 3-4 jam. Konsekuensinya, PT Kereta Api harus menambah jumlah masinis.


(nwk/lrn)


Berita Terkait