Keunikan dari seni tari ini tidak hanya menjadi sekadar pertunjukan, tapi juga kesenian yang memerlukan keyakinan dan penghayatan bagi penarinya.
Perjalanan ke Indramayu Indriastuty Pharmantar dan rekan satu timnya Yulastriany dari peserta ACI (Aku Cinta Indonesia) detikcom, sangat berkesan bagi keduanya. Mereka singgah di desa Pakandangan, pusat tari topeng Mimi Rasinah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perjalanannya sangat jauh sekali, dan letaknya pun terpencil. Yang lebih mengejutkan adalah ternyata orang-orang di sini gak banyak tahu tentang kesenian ini," timpal Yulastriany.
"Setelah sampai di tempat Mimi Rasinah, aku miris sekali melihat tempatnya. Sebagai tempat kesenian, harusnya tempat ini mendapat perhatian dari pemerintah," sambung Aci panggilan akrab Yulastriany.
"Kita juga tadi diperbolehkan melihat topeng tradisi, topeng yang gak sembarang orang dapat melihatnya. Tadi juga sempat ada prosesi upacara dulu untuk membuka topengnya," tutur Indriastuty, seorang karyawan swasta ini.
"Aku sangat kaget dan gak nyangka sekali ketika Aerli dan Rina, cucu dari Mimi Rasinah menyambut kedatangan kita dengan tari topeng," lanjut Indriastuty yang biasa dipanggil Tuteh.
Pengalaman Tuteh dan Aci serta peserta ACI lainnya dapat disimak di Jurnal Petualang ACI.
Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian, Garuda Indonesia, dan Optik Seis. (lom/lom)











































