Ini disampaikannya dalam rapat kabinet paripurna diperluas di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (4/10/2010). Rapat juga diikuti oleh kepala staf TNI AD, AU dan AL.
"Saya salut dan berterimakasih kepada Kepolisian dan TNI untuk menangani masalah itu," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, koordinasi antar jajaran Polri dan TNI harus semakin ditingkatkan. Khususnya sampai ke tingkat paling bawah di daerah dengan melibatkan unsur masyarakat setempat.
"Saya ingin semua dilakukan secara benar untuk menyelamatkan rakyat dan menindak pelaku kejahatan yang meresahkan kita semua. Saya berikan atensi khusus. Saya lihat Menko Polhukam mengerjakan koordinasinya, pusat dan daerah, termasuk koordinasi yang sifatnya horizontal," ujar SBY.
Seperti diketahui, beberapa minggu terakhir berlangsung operasi penyergapan kelompok bersenjata di Medan dan di beberapa daerah lain di Sumatera Utara. Keberadaan kelompok ini terendus dari aksi perampokan Bank CIMB Niaga di Medan pada 18 Agustus 2010.
Kurang lebih dua pekan kemudian, para pelaku perampokan yang menewaskan seorang anggota Brimob itu berhasil di diringkus. Hasil pengembangan penyelidikan menguatkan dugaan awal bahwa perampokan dilakukan oleh kelompok teroris yang sedang menggalang dana untuk persiapan aksi teror selanjutnya.
Jumlah personel Polri yang tewas bertambah setelah kelompok teroris sempat melakukan aksi balas dendam dengan menyerang Mapolsek Hamparan Perak, Sumatera Utara. Pengejaran kelompok terorime berlanjut hingga pada aksi baku tembak di Padang Bedagai dan Dolok Masihul, Sumatera Utara.
Namun apakah mereka memang terkait kelompok teroris tertentu, Polda Sumut masih belum memastikannya. Kesimpulan sementara, kelompok itu terlibat tindak kriminalitas.
(lh/nrl)











































