"Saya ingin mengklarifikasi soal jumlah korban. Jumlah korban yang meninggal ada 34 orang, bukan 36," ujar Dirjen Perkeretaapian Tundjung Inderawan dalam keterangan persnya yang digelar di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (4/10/2010).
Menurut Tundjung, seluruh korban tewas juga sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Akibat kejadian naas tersebut, 36 penumpang mengalami luka, 2 luka ringan dan 34 luka berat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang dua luka ringan masih berobat jalan, sedangkan 34 yang luka berat masih dirawat di rumah sakit itu. 30 di antaranya, juga telah dirujuk ke rumah sakit daerah sesuai dengan keinginan keluarga. Ada yang di Solo, Semarang dan Surabaya," kata Tundjung.
Kecelakaan KA di Solo
Dalam jumpa pers ini, Tunjung juga menjelaskan korban akibat tabrakan kereta di stasiun Purwosari Solo, antara KA Bima yang menabrak KA Gaya Baru Malang.
"Kalau yang di Solo, satu orang meninggal dunia dan dan empat luka," jelas Tundjung.
Namun Tundjung tidak menjelaskan secera rinci dimana para korban tersebut dirawat.
Kepada para korban insiden tabrakan kereta baik yang di Pemalang maupun di Solo, Tundjung memastikan PT KAI berjanji memberikan santunan. Untuk korban yang meninggal dunia, KAI akan memebri santunan sebesar 65 juta, belum termasuk biaya pemakanan.
"Sedangkan untuk korban luka-luka semua biaya perawatan di rumah sakit akan ditanggung oleh pihak PT KAI. Termasuk masyarakat yang rumahnya terkena dampak dalam kejadian tersebut juga akan dibiayai oleh PT KAI," imbuhnya.
(lia/fay)










































