1 Anggotanya Tewas Ditembak Polisi, DAP Ancam Ngadu ke Amerika

Kerusuhan di Wamena

1 Anggotanya Tewas Ditembak Polisi, DAP Ancam Ngadu ke Amerika

- detikNews
Senin, 04 Okt 2010 12:33 WIB
Jayapura - Peristiwa penyerbuan Mapolsek KP3 Udara Bandara Wamena, Kabupatena Jayawijaya, Papua, meminta korban jiwa. 1 orang anggota Dewan Adat Papua (DAP), dilaporkan tewas tertembak polisi.

Korban tewas adalah Ismael Lokobal, anggota DPA atau yang dulu disebut Penjaga Tanah Papua (Petapa). Sementara 2 orang Petapa lainnya, Amos dan Wetipo Frans Lokobal, luka-luka yang juga akibat terkena tembakan.

Ketua Dewan Adat Papua (DAP), Forkorus Yoboisembut, menegaskan hal tersebut saat dihubungi detikcom via telepon selulernya, Senin (4/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Forkorus, saat ini masyarakat bersama Petapa dan DAP Jayawijaya tengah berada di Kantor Bupati untuk bernegoisasi dan mencari jalan dalmai terkait insiden tersebut. Namun, jalan damai itu dimentalkan sebab DAP lebih berniat agar masalah ini diproses hukum.

"Kita minta pertanggungjawaban dari Kapolres Jayawijaya untuk kembalikan barang-barang yang disita termasuk uang Rp 40 juta. Serta bebaskan 4 orang Petapa kita yang ditahan sementara polisi yang menembak dikenakan sanksi hukum seberat-beratnya serta dipecat," tegasnya.

Ia menambahkan, jika permintaan itu tidak diindahkan maka DAP akan meminta intervensi pihak Amerika Serikat untuk menegakkan pelanggaran HAM yang terjadi di Wamena.

"Sebab kejadian ini sudah berulangkali terjadi. Polisi masih saja melakukan pelanggaran HAM kepada masyarakat dan kami akan menghubungi pihak kedutaan Amerika untuk membantu penegakan HAM di tanah ini," tandasnya.

Sementara itu, situasi di Kota Wamena masih mencekam pasca bentrok antara Polisi KP3 Udara Wamena dan anggota Polisi Adat Papua (Petapa). Saat ini, masyarakat tengah berkumpul di Kantor Bupati Jayawijaya menanggapi tawaran negoisasi dari pihak aparat kepolisian dan Pemda setempat.

Sebelumnya diberitakan, massa DAP mendatangi dan mengamuk di Mapolsek Bandara KP3 Wamena. Mereka protes penahanan anggota mereka dan paket berisi baju seragam dan sejumlah dokumen DAP.Β 

Massa meminta polisi segera membebaskan anggota DAP tersebut. Namun permintaan tersebut tidak digubris polisi sehingga terjadilah bentrokan. Massa melempari Mapolsek KP3 Bandara Wamena dengan batu dan benda keras lainnya. Polisi terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan massa.

(djo/djo)


Berita Terkait