Informasi yang dihimpun detikcom, keributan terjadi sekitar pukul 08.00 WIT di Mapolsek Bandara Wamena, Senin (4/10/2010).
Awalnya sekitar pukul 07.30 WIT, Polsek KP3 Bandara Wamena mengamankan sebuah paket dari pesawat Trigana PK YRH. Paket yang dibawa oleh seseorang yang diduga anggota Dewan Adat Papua (DAP) itu berisi baju seragam dan baret, serta dokumen milik DAP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesampainya di Mapolsek KP3 Bandara, orang-orang itu memaksa Polsek KP3 membebaskan rekannya yang diamankan. Maka terjadilah keributan di halaman Mapolsek KP3," ungkap seorang sumber yang tak mau disebutkan namanya.
Amuk massa terus berkembang semakin brutal. Tidak hanya saling adu mulut, beberapa orang ada juga yang mencoba merebut senjata milik anggota Kapolsek KP3 Bandara Wamena. Beberapa lainnya melempari Mapolsek KP3 Bandara dengan batu dan benda keras lainnya.
"Kondisi ini membuat petugas terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan agar massa membubarkan diri," ujarnya.
Ditambahkan sumber itu, kerugian akibat kerusuhan itu masih dalam penyelidikan. Saat ini Kapolres, Dandim dan Bupati Jayawijaya sedang bermusyawarah di DAP terkait peristiwa tersebut.
(djo/nrl)











































