"Semua juga bocoran, nggak ada yang pasti. Yang dua dulu kan juga bocoran. Mari kita serahkan saja. Ini hak proregatif Presiden," ujar Marzuki kepada wartawan di Gedung Parlemen Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Senin (4/10/2010).
Marzuki mengatakan, banyaknya nama calon Kapolri yang beredar selama ini adalah sesuatu yang menarik. Hanya saja, hendaknya banyaknya nama calon jangan dipolitisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marzuki mengatakan, terkait jabatan Kapolri memang selalu menjadi pembahasan hangat semua kalangan. Namun, siapa pun figur yang nantinya akan dipilih, itu tetap menjadi hak prerogatif Presiden.
"Ini sebenarnya jabatan profesional tapi memang menyangkut kepentingan pelayanan publik jadi banyak kepentingan. Tapi, mari kita serahkan saja ini ke Presiden, karena itu hak prerogatif presiden," kata Marzuki.
Satu Nama
Marzuki juga memastikan Presiden SBY hanya akan mengirim satu nama calon Kapolri ke DPR. Sebab, jika sampai dua nama yang diajukan, hal itu bisa menimbulkan polemik dan perpecahan di institusi Polri sendiri. Calon tunggal Kapolri akan dikirim Presiden ke DPR sore nanti.
"Terus terang banyak sekali yang berkeinginan ada dua calon (yang diajukan). Tapi saya sampaikan kalau dua calon, institusi Polri bisa pecah. Makanya itu, sebaiknya satu calon saja. Ini pendapat saya. Tapi saya rasa Pak SBY sebagai Presiden juga memikirkan hal yang sama," jelas politisi Partai Demokrat ini.
(lia/lrn)










































