Kemenkes Siapkan 'Dokter Plus' untuk Daerah Tertinggal

Kemenkes Siapkan 'Dokter Plus' untuk Daerah Tertinggal

- detikNews
Senin, 04 Okt 2010 10:27 WIB
Kemenkes Siapkan Dokter Plus untuk Daerah Tertinggal
Bali - Kementerian Kesehatan (kemenkes) kerja bakti untuk mencapai target Millenium Development Program (MDG's). Mereka menyiapkan pendidikan spesialisasi tambahan untuk dokter di daerah tertinggal.

"Kemenkes telah menyiapkan program beasiswa pendidikan spesialis agar mereka mau mengabdikan profesionalisme mereka di daerah yang kekurangan dokter spesialis," ujar Kepala Badan PPSDM Kemenkes, Bambang Giatno.

Bambang membacakan sambutan Menkes dalam pembukaan konferensi tenaga medis Asia-Pasifik (Asia-Pacific Action Alliance On Human Resources For Health) (AAAH) ke-5 di Hotel Sanur Paradise, Bali, Senin (4/10/2010).

Langkah ini ditempuh Kemenkes untuk menjamin kesehatan warga di sejumlah daerah tertinggal. Untuk sejumlah daerah yang teramat tertinggal inilah mereka mencanangkan program dokter plus.

Selain itu, dengan langkah dokter plus, bertujuan untuk memberikan akses yang lebih baik dan jaminan kualitas pelayanan spesialis di daerah terpencil.

"Kemenkes juga mengembangkan program dokter plus untuk melatih dokter umum di daerah terpencil selama jangka waktu enam bulan. Sehingga mereka mempunyai kompetensi dasar perawatan seperti dokter spesialis," papar Bambang.

Selain itu, Bambang menuturkan, Kemenkes juga fokus pada distribusi SDM kesehatan untuk daerah dengan masalah kesehatan. Sebab masalah utama dunia kesehatan Indonesia saat ini adalah kurangnya tenaga medis di daerah tertinggal.

"Untuk mencapai Millenium Development Program pada 2015, perlu upaya lebih besar. Karena beberapa masalah pembangunan kesehatan termasuk penyediaan SDM kesehatan yang harus dimaksimalkan," terang Bambang.

Ada 8 poin dalam MDG's yang dikejar Kemenkes bersama negara-negara di dunia. Delapan target yakni mengurangi kemiskinan, pendidikan, kesamaan gender, menekan angka kematian anak, kesehatan ibu hamil, pencegahan HIV, menjaga kelayakan lingkungan, dan mengembangkan teknologi kesehatan, dikejar untuk dituntaskan pada 2015.
(van/nik)


Berita Terkait