Demikian kata Jusuf Kalla (JK) dalam seminar 'Pancasila dan Fundamentalisme Agama', Minggu (3/10/2010). Seminar yang digelar Forum Masyarakat Katolik Indonesia Keuskupan Agung Makassar, bertempat di Gereja Katedral, Jl Kajaolalido, Makassar,
"Sering motif politik dilompatkan ke persolan agama," ungkap mantan Wapres RI itu.
Sebagai contoh dia menyebut kasus kerusuhan antar komunitas di Poso dan Ambon beberapa waktu lalu. Setelah dilakukan investigasi mendalam mengenai pemicu persoalan awal, diketahui ada kepentingan politik lokal yang bermain di sana.
"Seperti di Poso dan Ambon, ada pihak tertentu yang ingin jabatan dan motif lain di balik kerusuhan lain," ujar JK yang berperan aktif dalam proses damai dua kerusuhan tersebut.
Kerusuhan lain yang berlatar belakang kepentingan politik, sangat jelas terlihat dalam gelaran pemilihan kepada daerah. Pihak yang kecewa dengan hasil kontestasi, kerap mengerahkan massa pendukungnya untuk melakukan serangan terhadap saingan politiknya.
"Dari 450 Pilkada di negeri ini, sekitar 200 kerusuhannya, seperti pada Pilkada Toraja, mudah-mudahan hal ini cepat selesai," imbuh JK.
Menurut dia, peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat adalah salah satu cara efektif mencegah perekomian. "Kalau ekonomi membaik, orang-orang tidak mudah dihasut untuk berkelahi, tidak ada lagi orang yang dikasih Rp 50 ribu untuk ikut berbuat rusuh," ujar JK.
(mna/lh)











































