DPR Bakal Bentuk Panja Keselamatan Transportasi KA

DPR Bakal Bentuk Panja Keselamatan Transportasi KA

- detikNews
Minggu, 03 Okt 2010 12:13 WIB
DPR Bakal Bentuk Panja Keselamatan Transportasi KA
Pemalang - Kecelakaan KA yang masih kerap terjadi mendorong DPR membentuk Panja Keselamatan Transportasi Perkeretaapian. Sebab kereta api adalah moda transportasi massal primadona masyarakat.

"Untuk menangani masalah ini, DPR akan membentuk Panja Keselamatan Transportasi Perkeretaapian. Nantinya bisa diketahui siapa yang paling bertanggung jawab dengan adanya kejadian seperti ini," kata Wakil Ketua Komisi V DPR Yoseph Umar Hadi.

Hal itu disampaikan Yoseph saat melihat lokasi kecelakaan KA Senja Utama yang ditubruk KA Argo Anggrek di Stasiun Petarukan, Pemalang, bersama rombongan anggota Komisi V DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akan membuat surat rekomendasi yang akan diberikan langsung kepada Presiden dalam bentuk yang pertama, melaksanakan UU, dan yang kedua pemisahan regulator dan operator. Juga melakukan pembaharuan manajemen perkeretaapian," tambah Yoseph.

Menurut dia, peristiwa-peristiwa semacam itu harus mendapat perhatian serius. Hal ini penting agar tidak terjadi peristiwa serupa di masa mendatang.

Sementara itu, anggota Komisi V DPR yang turut dalam rombongan tersebut, Epiyardi Asda mendesak Dirut PT KAI untuk dicopot dari jabatannya. Menurut dia, langkah tersebut perlu dilakukan untuk memberikan efek jera sehingga kejadian seperti itu tidak terulang kembali.

"Karena berdasarkan temuan-temuan di lapangan, 98 persen kejadian ini dikarenakan human error atau kesalahan manusia," kata Epiyardi.

Selain meninjau lokasi kecelakaan, Komisi V DPR juga meminta keterangan dari Kepala Stasiun Petarukan dan anggota KNKT yang tengah menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

Pada Sabtu 2 Oktober kemarin, KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama tujuan Semarang yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling. 36 Orang dinyatakan tewas, dan dari jumlah tersebut, 27 orang sudah dapat diidentifikasi. Di saat yang hampir bersamaan, di Solo KA Bima menyeruduk KA Gaya Baru.

(vit/lh)


Berita Terkait