Mereka berkumpul Pintu Barat Daya sejak pukul 06.00 WIB pagi, Minggu (3/10/2010). Acara Jakarta Red Run 10 K oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) dalam rangka Hari Jantung Sedunia 2010 bekerja sama dengan World Heart Federation.
Ketua YJI, Dewi Andang Joesoef, tampak hadir di acara tersebut. Pada waktu pelepasan peserta lari 10 Km itu, Menteri Kelautan Fadel Muhammad juga hadir. Sedangkan saat berlangsung penyerahan hadiah bagi peserta, giliran Wagub DKI Jakarta Prijanto yang mengikuti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peserta menempuh rute start dari Monas, Jl MH Thamrin, dan Jl Jenderal Sudirman, berputar di Bundaran Senayan, lalu kembali ke Monas. Rute tersebut telah sesuai dengan standar internasional.
Melalui kegiatan ini, YJI bermaksud mengajak masyarakat untuk mulai aktif melakukan olah raga jantung yang murah dan mudah, yaitu lari. Olah raga itu juga dapat mempercepat pembakaran lemak, memperlambat proses penuaan serta menghasilkan keuntungan psikis.
"Berlari dapat menaikkan mood si pelari karena kegiatan ini mendorong tubuh menghasilkan hormon yang menyebabkan rasa senang yang disebut endorfin. Lari bisa menjadi kegiatan alami yang dapat menurunkan stress sehari-hari," kata Dewi yang menyebut stress merupakan salah satu penyebab sakit jantung.
Salah satu peserta acara ini, Parimin (64), merasa cukup senang bisa mengikuti lomba lari.
"Tadi saya berlari sampai finish, meski agak lama, 1 jam 10 menit," kata warga Bintaro, Jakarta Selatan, itu kepada detikcom dengan bersemangat.
Kakek pensiunan pegawai di Mabes Polri ini mengaku rutin berlari untuk menjaga kesehatan jantungnya. Ia bersyukur tidak pernah mengalami sakit jantung hingga usianya yang sudah uzur ini.
"Alhamdulillah tidak pernah saya jantungan. Sejak tahun 1992 saya semakin giat berolah raga setiap hari," katanya.
(irw/fay)











































