"Kita prihatin dengan aksi kekerasan sekarang ini. Jangan asal tembak tapi serahkan ke pengadilan biar hakim yang memutuskan," ungkap Lutfi saat menyampaikan orasi politik dalam pembukaan Muswil DPW PKS DIY ke-2 di Auditorium MMTC di Jl Magelang, Sabtu (2/10/2010).
Menurut dia, suguhan berbagai aksi kekerasan itu masih muncul di berbagai media itu. Padahal masyarakat Indonesia yang dikenal murah senyum itu tidak punya sejarah kekerasan kecuali melawan penjajah Belanda yang menyengsarakan rakyat.
"Pengadilan atau meja hijaulah untuk membuktikan mana yang benar dan mana yang salah. Bukan dengan cara ditembak atau dengan cara-cara kekerasan lainnya," kata Lutfi.
Berkaitan dengan penangkapan pelaku yang diduga terlibat terorisme dia menegaskan pihaknya tidak setuju dengan cara kekerasan. Banyak tersangka yang berakhir tewas di tengah jalan, bukan diputuskan melalui meja hijau.
"Hal seperti ini kami tidak setuju," tegas dia.
Menurut dia, pihaknya setuju adanya evaluasi terhadap para menteri pembantu
presiden dalam pemerintah sekarang ini, namun bukan dengan reshufle. Evaluasi itu tidak hanya terhadap kinerja para menteri-menteri dengan diberi nilai rapor merah saja, tapi juga pejabat lainnya termasuk institusi Polri.
"Polri dan juga institusi lainnya juga harus di evaluasi. Kasus kekerasan yang dilakukan polisi saat ini juga harus dievaluasi dan diminimalkan," pungkasnya.
(bgs/mok)











































