Pemuda 26 tahun asal Desa Pasir Putih Kecamatan Kepala Madan Kabupeten Buru Selatan (Bursel) ini ditangkap polisi setelah perannya sebagai anggota TNI AL gadungan terbongkar. Setahun beraksi, Husen sudah banyak makan korban, termasuk berhasil menikahi anak seorang satpam.
Bukan itu saja, beberapa wilayah di Kabupaten Buru menjadi incarannya. Aksi penipuan dilakukannya, di antaranya di Kecamatan Kepala Madan dan di Kota Namlea Kabupaten Buru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mendatangi rumah Sardin di Desa Waepure dan langsung meminang anaknya Ferawati Kasidun. Saat pinangan berlangsung, Husen mengakui kalau dia tidak memiliki banyak waktu untuk berada di Buru dan memaksa Sardin untuk segera melaksanakan proses pernikahan.
"Husen datang ke rumah untuk meminang anak saya dengan alasan dia tidak memiliki banyak waktu di Buru dan akan segera kembali ke Pulau Jawa untuk menjalankan tugasnya sebagai anggota TNI AL. Karena percaya dengan penampilannya, saya kemudian mengabulkan lamarannya dan segera melangsungkan pernikahan di Bulan Ramadan lalu," jelas Sardin saat dimintai keterangan di Mapolres Buru, Sabtu (2/10/2010).
Setelah proses pernikahan itu, barulan Sardin tersadar kalau anak mantunya itu bukan anggota TNI AL. Namun dia hanya pasrah dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum terhadap Husen sesuai perundang-undangan yang berlaku.
Aksi Husen ini terbongkar setelah dia diciduk personil POM TNI AL di Namlea. Awalnya mereka curiga atas sepak terjang Husen. Saat ditangkap, mereka kemudian memeriksa semua identitas yang dimiliki dan ternyata Husen tidak memiliki identitas sebagai anggota TNI AL berpangkat Serda.
(djo/djo)











































