Umi Salamah (81), warga Kampung Cisaladah yang juga merupakan pengikut Ahmadiyah mengatakan, dirinya sempat melihat remaja tanggung itu melempari masjid pada Jumat (1/10/2010).
"Sehabis magrib, sekitar pukul 19.00 WIB, saya dengar ada suara-suara, saya pikir anak-anak main bola," kata Umi saat ditemui di lokasi, Sabtu (2/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya keluar dari rumah sama cucu dan cicit saya," katanya.
Masih menurut kisah Umi, saat itu ada puluhan warga dari Kampung Kebon Kopi yang menyerang masjid. Namun, kejadian itu hanya berlangsung selama 10 menit.
"Sekitar sepuluh menit lalu sepi," katanya.
Sementara itu, warga lainnya, Mahfudin mengatakan, setelah melempari masjid, dia mendengar teriakan pelempar itu. "Saya dipukul, saya dipukul," kata Mahfudin menirukan remaja itu.
"Siapa yang mukul, kita melawan saja tidak," kata Mahfudin.
Selang 10 menit, ribuan massa kembali menyerang masjid. Massa yang beringas kemudian melempari rumah-rumah warga dan melemparinya dengan molotov.
"Ada empat rumah yang dibakar, juga masjid dibakar habis," kata Mahfudin.
(mei/ndr)










































