"Saya trauma banget. Nggak mau lagi naik kereta," ujar Tri Hadi, saat ditemui di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (2/10/2010).
Tri Hadi mengaku hampir setiap akhir pekan dia menumpang KA untuk menengok istri dan anaknya di Surabaya. Dia tidak memiliki firasat apa pun akan mengalami kecelakaan maut tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kaget, dan refleks segera mencari jalan keluar. Saya mau keluar lewat pintu tapi sulit. Akhirnya saya melompat lewat jendela. Semua barang saya tinggalkan begitu saja," ujar Tri Hadi.
Tak lama berselang, dia baru tahu KA yang ditumpanginya menabrak KA lain. Dia melihat korban berjatuhan. Beberapa di antaranya tewas dengan kondisi mengenaskan. Darah berceceran di mana-mana.
"Korban berserakan di mana-mana. Saya trauma. Saya tidak mau lagi naik KA," tutur Tri Hadi.
(djo/djo)











































