Pantauan detikcom, hingga pukul 07.00 WIB, puluhan petugas polisi, TNI, PT KA, serta warga, masih mencoba mengevakuasi para korban. Mereka hanya menggunakan alat seadanya, seperti linggis, gergaji besi, balok kayu, serta tali, untuk mengeluarkan korban dari himpitan besi, jok, atau bagian gerbong KA lainnya yang hancur itu.
Menurut seorang petugas Stasiun KA Petarukan, diduga kuat puluhan orang penumpang masih berada di antara reruntuhan gerbong terakhir KA Senja Utama itu. Sebab dalam kondisi normal, paling tidak gerbong itu memuat 64 orang penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini belum ada penjelasan dari pihak PT KA atau petugas lainnya mengapa alat berat atau peralatan canggih, seperti gergaji listrik dan lainnya, belum datang. Padahal dengan alat berat itu proses evakuasi bisa lebih cepat dilakukan.
KA eksekutif jurusan Jakarta-Surabaya Argo Bromo Anggrek menabrak kereta api bisnis Senja Utama jurusan Jakarta-Semarang di Petarukan, Pemalang sekitar pukul 03.00 WIB. Data terakhir di RS Hasyim Ashari, Pemalang, jumlah korban tewas mencapai 18 orang.
(djo/djo)











































