Lambatnya kedatangan petugas medis itu membuat kondisi para korban semakin menderita. Mereka menanggung rasa sakit tanpa mendapat pertolongan apa pun, baik itu infus atau pun obat-obatan penahan nyeri. Padahal secara geografis, lokasi kecelakaan sangat mudah dijangkau.
Warga setempat dan petugas kepolisian yang tiba terlebih dahulu di lokasi kejadian hanya bisa memberikan pertolongan seadanya. Padahal, banyak para korban yang tidak berdaya terjepit besi atau bagian gerbong KA Senja Utama yang hancur diseruduk KA Argo Anggrek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi juga diperparah dengan lambatnya proses evakuasi para korban. Hal ini disebabkan minimnya peralatan yang dibawa para petugas, baik kepolisian atau pun lainnya, ke lokasi kejadian. Para korban yang terjepit badan gerbong yang hancur 'dibiarkan' begitu saja selama sekian jam.
Sebelumnya diberitakan, KA eksekutif jurusan Jakarta-Surabaya Argo Bromo Anggrek menabrak kereta api bisnis Senja Utama jurusan Jakarta-Semarang di Petarukan, Pemalang sekitar pukul 03.00 WIB. Dari data Kementerian Kesehatan, 9 orang tewas dan 36 luka berat.
(djo/djo)











































