"Kalau kereta ditabrak dari belakang, ada beberapa kemungkinan. Yang pertama bisa karena sinyalnya bermasalah," ujar Kepala Puskom Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Dugaan kedua karena masinisnya melanggar aturan. Seharusnya masinis menjaga jarak antar kereta, sehingga kasus semacam ini tidak terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bambang, saat ini pihak Dirjen Perkeretaapian masih fokus melakukan evakuasi. Setelah itu akan dilakukan penyelidikan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk mencari penyebab kecelakaan.
"Nanti akan ada tim dari Dirjen Perkeretaapian dengan KNKT," terang Bambang.
Bambang pun memastikan seluruh korban tewas dan luka mendapat santunan dari asuransi. "Itu pasti. Kita akan pastikan semuanya mendapat hak mereka," tutup dia.
(rdf/djo)











































