"Kasus Bank Century yang nggak tuntas bisa dijadikan bahan jualan," ujar Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/10/2010)
Padahal, menurut Ray, tanpa kenangan pahit tersebut Sri Mulyani sangat layak menjadi capres pada pemilu mendatang. Sayangnya, sejumlah parpol besar justru tidak menginginkan Sri Mulyani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain masalah Century yang belum tuntas, hal lain yang nantinya akan menjegal pencalonan Sri Mulyani adalah cara pandang ekonomi yang dianutnya. Sri Mulyani, menutur Ray, menganut ajaran ekonomi pro Amerika.
"Platform ekonomi yang neolib juga (akan menjadi sandungan). Dan dua persoalan inilah yang nantinya akan membuat orang menolak pencalonan Sri Mulyani," jelasnya.
Ray yakin bursa pencalonan Presiden di Pemilu 2014 akan ramai wajah baru seperti Sri Mulyani. Namun, langkah Sri Mulyani terlalu dini dan sulit menang.
"Makanya ini bursa liar menurut saya. Dia (Sri Mulyani) calon buruk dari yang buruk, tapi tetap mungkin" tutup Ray.
(lia/van)










































