"Peranan kepolisian harus ditingkatkan bahwa intel harus lebih antisipatif daripada kejadian-kejadian tersebut," ujar Tommy usai acara silaturahmi nasional Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) di Gedung Nusantara IV DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/10/2010).
Menurut Tommy, jika kepolisian sigap maka kasus bentrokan antar preman maupun aksi terorisme bisa dicegah. Selama ini, Tommy belum melihat upaya maksimal Polri mengantisipasi kerusuhan di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tommy, saat ini Indonesia masih dianggap sebagai negara yang beresiko bagi investor. Hal ini membuat para investor berpikir sebelum berinvestasi di Indonesia.
"Indonesia masih dianggap sebagai negara yang beresiko tinggi. Dana-dana yang masuk dari luar, bunganya masih tinggi sekali," terang Tommy yang berbatik putih ini.
Hal ini berpengaruh pada kesejahteraan rakyat Indonesia. Tommy pun meminta agar pemerintah memperbaiki iklim investasi Indonesia.
"Akhirnya kesejahteraan rakyat atau pekerja tidak bisa ditingkatkan karena memang harus bayar dengan biaya bunga yang tinggi dan juga dengan birokrasi yang dilihat masih banyak yang menghambat perkembangan ekonomi," terang Tommy.
(rdf/van)










































