Kelima anggota Paskibra tersebut terdiri dari dua laki-laki dan tiga perempuan, yakni RF, LS, LS, AA, SD, dan IR. Mereka datang ke Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Jumat (1/10/2010) sore.
7 Pengacara dan salah satu orang tua bernama Loreen Nevile Djunaidi tampak menemani mereka. Dalam pernyataannya, kelima anggota Paskibraka tersebut satu per satu menceritakan kejadian yang mereka alami saat pelatihan di Cibubur beberapa waktu lalu. Salah satu anggota Paskibra putri berinisial SD menceritakan, peristiwa yang terjadi saat para anggota Paskibra mandi sore waktu itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu, kita mandinya juga pake aba-aba, membilas pake aba-aba, handukan juga pake aba-aba, begitu terus. Setelah mandi, handuk dikumpulkan. Kita disuruh menuju kamar dalam hitungan sepuluh, tanpa pake baju apapun," imbuh SD yang tampak sedikit gugup.
Kemudian, giliran anggota Paskibra putra yang menceritakan peristiwa yang dialaminya saat pelatihan. RF menceritakan, saat itu anggota putra diminta untuk melakukan push up bertumpuk dengan anggota pria lainnya.
"Kami disuruh push-up dingin setelah mandi. Kami disuruh berkumpul dalam keadaan basah, bertumpuk seperti roti," tutur RF.
(nvc/ken)











































