Dengan modus memacari dan bujuk rayu, dia berhasil meraup uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah dari masing-masing korban.
Lelaki 42 tahun itu adalah Agus Widodo, asal Wuryantoro, Wonogiri. Dia rupanya telah cukup lama mengaku sebagai polisi dengan pangkat Aiptu. Dalam setiap aksinya dia selalu memacari perempuan-perempuan yang ditargetnya. Untuk meyakinkan aksinya, dia juga melengkapi diri dengan sebuah pistol mainan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, dengan gayanya yang meyakinkan itu dia mampu mengecoh seorang perempuan di daerah itu. Perempuan bernama Ria itupun dipacarinya. Kepada Ria, Agus sering membujuk agar dipinjami uang.
Semula Ria tak keberatan, hingga sekitar Rp 3 juta uang miliknya diserahkan kepada Agus. Namun lama kelamaan Ria dan warga sekitar menjadi curiga atas kelakuan Agus. Untuk mencari kepastian apakah Agus benar-benar seorang anggota polisi, akhirnya warga setempat berinisiatif melaporkannya kepada polisi.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh polisi, diketahui bahwa Agus adalah penipu. Akhirnya dia dibawa ke Mapolresta Surakarta untuk menjalani pemeriksaan. Dia juga harus ditahan selama pemeriksaan, Jumat (1/10/2010).
Kepada polisi dia mengaku telah menipu lebih dari sepuluh hingga belasan perempuan. Dari setiap korban dia bisa meraup uang antara Rp 600 ribu hingga Rp 3 juta. Bahkan dia juga mengaku pernah melarikan telepon genggam milik salah satu korban.
Kasat Reskrim Polresta Surakarta, Kompol Edei Sulistyo, mengatakan pihaknya masih akan memeriksa pelaku untuk mengembangkan kasus tersebut. Masih dimungkinkan ada korban-korban baru dari Agus selama mengaku sebagai anggota polisi.
(mbr/nwk)











































