"Saat itu saya masih balita, bahkan belum lahir dalam peristiwa '57 sehingga tidak bisa memberikan komentar tentang hal itu," ujar Tommy Soeharto dalam sambutannya di acara Silaturahmi Nasional di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/10/2010).
Namun demikian, Tommy menyebut acara Silahturahmi Nasional ini sebagai suatu forum yang baik dan mulia. Dengan tenang, Tommy menyampaikan tanggapannya.
Tommy yang mendapat giliran paling akhir untuk menyampaikan sambutan ini, menyebut peristiwa G30S/PKI sebagai hukum sebab dan akibat yang harus diterima semua pihak.
"Dalam peristiwa G30S/PKI jika terbalik kejadiannya, jika Polit Biro yang berkuasa, mungkin kami yang menderita. Tapi Tuhan menentukan lain, kita renungkan dan kita ambil pelajaran," tuturnya.
"Kita tidak bisa merubah sejarah, tapi kita bisa merubah masa depan," kata Tommy yang mengenakan batik putih bermotif cokelat ini.
Tommy pun menyerukan, acara semacam Silahturahmi Nasional ini harus diteruskan di masa mendatang.
"Forum ini harus dilanjutkan, untuk membina hubungan sosial-ekonomi dan membangun bangsa," tutup Tommy yang hadir mewakili era Orde Baru ini.
(nvc/ken)











































