"Iya (sweeping) tapi bukan di sini saja. Pak Kapolri memerintahkan melakukan operasi kepolisian dengan selektif," kata Kabareskrim Komjen Ito Sumardi saat ditemui usai mengikuti peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Jumat (1/10/2010).
Namun Ito mengakui, sweeping tersebut akan menemui berbagai kendala, salah satunya karena kepemilikan senjata api tidak bisa dilihat secara orang per orang. Namun diharapkan, dengan adanya operasi ini, penyebaran senjata api di masyarakat dapat dikurangi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak bisa kita dikatakan tidak siap, karena pada saat kejadian ada pemukulan terdakwa dan itu sudah diperkuat PN Jaksel, kemudan muncul di lapangan dari anggota sudah disampaikan jadi tidak begitu saja kita mengetahui niat seseorang," katanya.
Ito juga menegaskan, peristiwa yang menewaskan tiga orang itu memang terjadi tidak disangka-sangka. Namun menurut Ito, polisi segera bisa mengatasi bentrok tersebut agar tidak semakin meluas.
"Fokusnya kan di pengadilan, itu peristiwa terjadi di jalan raya, dan itu milik umum jadi arenanya di luar pengadilan," kata Ito.
Lalu bagaimana soal selongsong peluru yang ditemukan di depan PN Jaksel? "Masih diteliti di Labfor, satu kaliber bisa digunakan mereka," kata Ito.
(ken/nrl)











































