"Kita keras saja pada orang-orang seperti itu. Jangan pernah kita tolerir. Kita tidak pernah melakukan punishment terhadap orang-orang seperti ini, akhirnya ini berulang terus," ujar Sutiyoso usai menghadiri Talk Show di Gedung DPD, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Jumat (1/10/2010).
Dengan tidak adanya tindakan tegas dari penegak hukum, pria yang akrab disapa Bang Yos ini yakin peluang tersebut akan dimanfaatkan untuk kembali berbuat anarkis seperti itu. Itu artinya, para preman ini tidak lagi takut dengan adanya hukum yang berlaku di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutiyoso menambahkan sebenarnya, bentrokan yang terjadi di Jalan Ampera kemarin akibat kurang tanggapnya pemerintah terhadap kelompok-kelompok massa seperti itu. Pemerintah juga dianggap tidak pernah peka terhadap percikan-percikan yang terjadi di masyarakat.
"Insiden kemarin karena adanya percikan-percikan. Tapi kita selalu telat untuk memadamkan percikan itu. Harusnya percikan itu jangan sampai berkobar-kobar," kata Gubernur DKI era 1997-2007 ini.
Pemerintah, imbuhnya, harus konsisten untuk memberantas premanisme di Indonesia. Apalagi di Ibukota negara, Jakarta.
"Jakarta harus bersih dari preman sebagai ibukota negara," tegas Bang Yos.
(lia/nwk)











































