Keramaian di atas jembatan yang panjangnya 1.351,4 meter dan lebar 9 meter ini tidak mengundang bahaya karena memang belum difungsikan maksimal. Jembatan yang mulai dibangun pada 2003 ini, awalnya ditargetkan selesai pada 2005, namun ternyata molor dan hingga sekarang belum dioperasikan.
Titisari Raharjo alias titis dan teman satu timnya Zulfi Rahardian atau yang akrab disapa Zulfi kebetulan melalui jembatan ini saat ke Kota Jambi. Mereka mendapat kesempatan berpetualang keliling Indonesia karena mengikuti Program ACI detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tempatnya masih baru, jadi seru buat nongkrong. Banyak anak muda yang nongkrong di jembatan ini. Mereka nongkrong di trotoar jembatan," timpal Titis.
"Mungkin karena bentuknya yang unik kali ya, yang agak melengkung jadi tempat ini menjadi tempat favorit penduduk setempat. Selain itu, jembatan ini juga menjadi sumber mencari nafkah," tutur Zulfi lagi.
"Banyak banget di sini yang jualan. Mulai dari es tebu yang segar banget, donat sampai jagung bakar. Sebenarnya gue bukan orang yang suka pedas, tapi gak tahu kenapa gue sampai ketagihan makan jagung bakarnya. Pedasnya itu bikin gue mau lagi," sambungnya lagi sambil tertawa.
"Aku gak hanya menikmati serunya nongkrong di sini saja, tapi aku juga memperhatikan satu hal yang gak pernah aku temui sebelumnya. Orang-orang sini tu hubungan kekeluargaannya kuat banget. Apalagi sesama pedagang. Aku melihat sesama pedagang saling bantu," timpal Titis.
"Jadi waktu aku pesen jagung bakar, aku kira yang kupas suaminya atau saudaranya. Tapi pas aku tanya, katanya bukan dan cuma kawan aja. Katanya di sini sudah jadi kebiasaan sesama pedagang saling bantu walaupun tidak saling kenal. Coba kalau di tempat lain, yang ada cuma iri dan sirik doang," ujar Titis.
Pengalaman Titis dan Zulfi serta Peserta ACI dapat dilihat di Jurnal Petualang ACI.
Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian,
Garuda Indonesia, dan Optik Seis.
(lom/lom)











































