Demikian hasil studi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, US Centres for Disease Control and Prevention (CDC) yang diterbitkan hari Kamis, 30 September waktu setempat seperti diberitakan AFP, Jumat (1/10/2010).
Dalam studi itu, 9 persen dari 235.000 orang dewasa yang disurvei, memenuhi kriteria untuk dinyatakan mengalami depresi. Dan 3,4 persen di antara mereka mengalami gangguan mental parah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para periset menemukan, faktor utama yang menyebabkan depresi tersebut adalah status pekerjaan seseorang. Hampir seperempat orang (22 persen) yang menyebut diri mereka tidak mampu bekerja, memenuhi kriteria untuk disebut mengalami depresi parah. Begitu pula dengan hampir 10 persen dari mereka yang mengatakan mereka pengangguran.
Survei tersebut tidak menanyakan mengapa para responden tak bisa bekerja. Namun menurut psikolog klinis Lela McKnight-Eily, salah satu penulis hasil studi tersebut, mereka kemungkinan cacat atau menderita penyakit jangka panjang.
Faktor kedua yang menyebabkan depresi adalah pendidikan. Dalam survei itu, 6,7 persen orang yang tidak tamat SMA mengalami depresi parah. Sedangkan untuk lulusan SMA, angkanya sebesar 4 persen dan 2,5 persen untuk orang-orang yang pernah mencicipi bangku kuliah.
(ita/nrl)











































