"Sedang diteliti, sementara untuk jenis bahan peledaknya low explosive. Tapi khususnya serbuk-serbuk yang digunakan belum bisa kita ketahui," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar, di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (1/10/2010).
Dijelaskan dia, yang dilakukan Ahmad termasuk tindakan teror. Sebab apa yang dilakukan dia telah membuat orang lain takut. "Jangankan begini, SMS ancaman ke orang juga merupakan teror," imbuh Boy.
Jika ini teror, apakah ada perubahan pola karena menggunakan low explosive? "Antara yang sana dan sini tidak bisa disamakan. Bisa saja dia iseng karena dia simpati dengan gerakan tertentu," kata Boy.
Pada Kamis 30 September pukul 08.15 WIB kemarin, Ahmad membawa peledak dengan sepedanya. Bom rakitan itu meledak di belakang AKP Herry yang sedang mengatur lalu lintas. Di saku baju Ahmad ditemukan dua lembar surat berisi ancaman kepada 'sekutu setan'.
(vit/nrl)











































