Menag: Kekerasan Para Teroris Bukan Jihad

Menag: Kekerasan Para Teroris Bukan Jihad

- detikNews
Jumat, 01 Okt 2010 12:32 WIB
Menag: Kekerasan Para Teroris Bukan Jihad
Jakarta - Masyarakat dan aparat keamanan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi aksi terorisme yang mungkin mengancam, pasca ledakan di Kalimalang pada 30 September.

"Kalau kita lihat beberapa kejadian dalam bulan-bulan ini memang sangat mengkhawatirkan. Terorisme menunjukkan kekuatan yang lebih tinggi dibanding sebelumnya," ujar Menteri Agama Suryadharma Ali kepada wartawan usai menghadiri peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Jumat (1/10/2010).

Suryadharma pun meminta semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan masing-masing. "Oleh karena itu, saya minta semua pihak meningkatkan kewaspadaan, aparat maupun masyarakat meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi kekerasan dan tidak memakan korban," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terhadap aksi-aksi terorisme yang muncul, Suryadharma menegaskan, tindak kekerasan atas nama apapun termasuk atas nama agama tidak bisa dibenarkan. Aksi semacam itu, menurutnya, harus dikutuk.

Suryadharma menjelaskan, kekerasan bukanlah jihad, karena jihad harus memiliki dasar yang jelas. Jika para pelaku aksi terorisme beranggapan ada pihak-pihak yang memusuhi Islam di Indonesia, Suryadharma menyatakan, hal itu bukan pemikiran yang benar.

"Siapa yang memusuhi Islam di Indonesia? Pemerintah tidak memusuhi Islam, pemerintah tidak melarang ibadah, Presidennya Islam, Wapres Islam, menteri Islam, penduduk mayoritas Islam, gubernur dan pejabat juga mayoritas Islam, agama lain pun berkembang baik tanpa ada hambatan," jelasnya.

"Jadi kalau ada yang mengatasnamakan Islam, jihad tidak berdasarkan pemikiran sama sekali, tidak benar," imbuh Suryadharma.

Menurut Suryadharma, jihad harus diartikan pada arti lain yang lebih bermanfaat, seperti misalnya bidang pendidikan, pengentasan kemiskinan, membangun bangsa yang berkarakter, dan sebagainya. Dia juga kembali menegaskan, dalam Islam tidak ada ajaran membunuh, apalagi membunuh orang tidak bersalah.

"Saya ingat satu ayat, kalau membunuh satu orang sama saja membunuh umat manusia sejagad raya. Sementara kalau kita menghidupkan satu orang, sama dengan menghidupkan umat manusia sejagad raya. Jadi bukan ajaran yang mengumbar pembunuhan dan ketakutan," tandas politisi PPP ini.
(nvc/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads