"Setelah masuk perangkap, akhirnya harimau itu mati. Ini disebabkan kondisi harimau dalam keadaan sakit. Kaki belakang sebelah kanan, kulitnya mengelupas yang menyebabkan terjadi infeksi," kata Kepala BBKSDA Trisnu Danisworo dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (01/10/2010).
Dia menjelaskan, bahwa setelah harimau berhasil masuk perangkap, tim lantas melihat kondisi harimau yang telah sakit. Tim diminta untuk memberikan pengobatan.
"Tapi karena harimau itu masuk perangkap pada malam hari, sehingga tim tidak sempat memberikan pengobatan, harimau lebih dulu mati," kata Trisnu.
Dengan kondisi kaki kanan belakang harimau terkelupas, kata Trisnu, hal itu mengindikasikan, sobekan di kakinya biasanya bekas jeratan yang dilakukan warga. Sehingga ada kemungkinan, sebelum harimau ini memangsa manusia pada pekan lalu, harimau ini terlebih dahulu menjadi korban dari ulah manusia.
"Kita duga harimau ini lebih dulu menjadi korban. Sehingga dengan kondisi kulit di kakinya yang sobek, harimau melakukan balas dendam. Dan biasanya seperti itu, kalau harimau disakiti, harimau akan marah dan melakukan balas dendam pada manusia," kata Trisnu.
Trisnu menjelaskan, rencananya harimau itu akan dibawa dari lokasi Kecamatan Bukit Batu, Kab Bengkalis ke Pekanbaru. "Harimau lagi dibawa ke Pekanbaru. Ini guna melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematiannya," kata Trisnu.
Dugaan dendam terhadap manusia sebagaimana disebutkan tadi, sangat memungkinkan. Hal itu dapat dibuktikan, ketika Sugianto (35) warga desa setempat sepekan yang lalu menjadi santapan harimau. Organ tubuh sebagian hilang karena disantap harimau.
Malah, harimau ini sempat menunggui jasad korban selama dua hari. Ketika pertama kali warga mencoba mengusir harimau tersebut agar meninggalkan jasad korban, harimau itu tidak bergeming. Dengan santai harimau tetap menongkrongi jasad Sugianto. Akhirnya warga meminta bantuan pihak kepolisian untuk mengusir harimau itu. Setelah polisi dan warga datang beramai-ramai, akhirnya harimau menyingkir.
Dalam dalam sepekan sebelum tertangkap, harimau seakan tetap dendam. Harimau terus menerus mengeliling kampung dan malah memakan ternak milik warga. Dendam kusumat yang ditunjukan satwa dilindungi itu, karena dugaan harimau menjadi korban terlebih dahulu oleh manusia yang memasang jerat di tengah hutan.
(cha/nwk)











































