"Kami telah mengeluarkan dia, kami telah mengeluarkan dia," seru Wakil Menteri Dalam Negeri Ekuador Edwin Jarrin pada kantor berita AFP, Jumat (1/10/2010).
Berbicara di atas balkon istana kepresidenan, Correa mengucapkan terima kasih kepada para pendukungnya atas dukungan mereka menghadapi pemberontakan polisi dan tentara.
Presiden Correa sebelumnya dibawa ke RS Kepolisian Nasional setelah terjadi ledakan tabung gas air mata di dekatnya saat Correa berupaya menenangkan para polisi yang memberontak. Di RS tersebut, Correa sempat dikepung para polisi pemberontak dan dilarang pergi.
"Mereka tidak mengizinkan saya pergi," kata Correa pada stasiun televisi lokal, ECTV. "Mereka mengepung semua pintu keluar rumah sakit," imbuhnya.
Ditegaskan Correa, dirinya tak akan bernegosiasi dengan para polisi dan tentara pemberontak selama dirinya masih dikurung di RS tersebut.
"Saya lebih baik mati," tegas Correa ketika ditanya wartawan apakah dirinya siap bernegosiasi dengan para polisi dan tentara pemberontak.
Sebelumnya unit-unit militer dan polisi menyerbu dan menduduki gedung Kongres Nasional serta bandara internasional di Quito. Langkah itu dilakukan sebagai protes atas UU baru yang akan menghilangkan sejumlah pemberian bonus mereka.
(ita/nrl)











































