"Kami tengah merawat 50 orang di Quito atas masalah-masalah akibat sesak nafas yang dikarenakan gas air mata dan dampak dari tabung gas air mata," kata juru bicara Palang Merah Jorge Arteaga kepada kantor berita AFP, Jumat (1/10/2010).
Dikatakannya, selain di Quito, ibukota Ekuador, korban luka-luka juga dilaporkan di kota-kota Ekuador lainnya tempat berlangsungnya aksi protes di jalan-jalan oleh para polisi yang memberontak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski polisi mengepung RS dan melarang Correa pergi, pada stasiun televisi lokal, ECTV, Correa menegaskan bahwa dirinya masih memimpin negeri Amerika Selatan itu. Dia pun bersikeras menolak bernegosiasi dengan para pemberontak.
Atas kekacauan ini, pemerintahan Correa memberlakukan status keadaan darurat di negeri itu.
Upaya kudeta ini dipicu oleh ketidakpuasan polisi dan tentara atas Undang-Undang baru yang akan menghilangkan sejumlah pemberian bonus untuk mereka.
(ita/nrl)











































