"Tulisannya terlalu bagus. Sejenis peringatan dalam lembar itu ditulis dengan huruf kapital, dan bahasanya tidak menunjukkan bahasa teroris," ujar pengamat terorisme Al Chaidar dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (1/10/2010).
Biasanya, surat teroris yang ada di Indonesia dimulai dengan pujian terhadap Tuhan. Selain itu ditulis pula pengagungan pada Tuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan dia, kemungkinan lainnya, Ahmad adalah masyarakat awam yang ingin menunjukkan solidaritas terhadap kelompok teroris yang bergerak. Namun ini bukan berarti Ahmad adalah anggota kelompok teroris.
"Dia tidak termasuk jaringan (teroris). Saya sudah mengecek di 17 titik tentang identitas orang ini (Ahmad). Sepertinya dia bukan merupakan bagian dari jaringan teroris yang selama ini beroperasi di Indonesia," tutur Al Chaidar.
Mungkinkah dia kelompok teroris baru? "Kalau kelompok baru, itu pasti pecahan kelompok lama. Biasanya ribut dulu di kelompok lama setelah itu baru ada aksi. Saya rasa dia tidak," ucap Al Chaidar.
Surat yang dikantongi Ahmad ditulis dengan tinta hitam dan berhuruf kapital. Ada dua lembar kecil yang ditemukan di saku bajunya.
Lembar pertama bertuliskan:
Bom Shahid ini adalah untuk kalian semua. Orang2 kafir kalian akan kami kejar walaupun kalian lari ke awan. Kematian kalian itu pasti. Mujahidin masih hidup di Indonesia.
Selanjutnya lembar kedua bertuliskan:
Ini adalah pembalasan pada kalian sekutu2 setan yang membunuh, menghukum mati dan menahan mujahidin. Kami siap mati untuk agama yang mulia ini.
(vit/nrl)











































