KPK Siap Dilibatkan dalam Tender & Penganggaran Gedung Baru DPR

KPK Siap Dilibatkan dalam Tender & Penganggaran Gedung Baru DPR

- detikNews
Jumat, 01 Okt 2010 09:02 WIB
KPK Siap Dilibatkan dalam Tender & Penganggaran Gedung Baru DPR
Jakarta - DPR sudah menunda pembangunan gedung baru. Selain itu, anggaran yang sedianya berjumlah Rp 1,8 triliun juga diturunkan. Namun, demi menjaga transparansi dan efisiensi proyek tersebut, KPK siap memberi masukan.

"Kita siap memberi masukan supaya lebih efisen dan efektif. Selain itu, untuk mencegah penyimpangan-penyimpangan dalam tender misalnya," kata Wakil Ketua KPK Haryono Umar saat berbincang dengan detikcom, Kamis (30/9/2010) malam.

Berdasarkan hasil penilaian KPK, banyak proyek di lingkungan pemerintahan yang sebetulnya masih bisa ditekan nilai anggarannya. Apalagi banyak proyek yang jumlah dana yang digunakan mencapai angka triliunan rupiah.

"Di Pertamina ada pengadaan sampai triliunan. Kita ikut mengawasi. Lalu di Angkasa Pura, dari miliaran anggaran yang diajukan ternyata masih bisa ditekan," tambahnya.

Menurut Haryono, pengawasan sebuah proyek tidak hanya pada saat proses penganggaran dan pelaksanaan tender. Namun hasil dari proyek tersebut harus disesuaikan dengan apa yang sudah tertera dalam perjanjian.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memantau proses pembahasan anggaran di daerah. Setiap proyek yang melibatkan uang negara, akan dipantau oleh ketiga institusi tersebut.

"Ini termasuk sampai level kabupaten dan kota. Jaringan BPKP dan Mendagri kan sampai sana. Kita akan melihat bagaimana mereka membahas anggaran. Tujuannya untuk menghindari penyimpangan," tutupnya.

Ketua DPR Marzuki Alie sebelumnya mengatakan anggaran Rp 1,8 triliun untuk gedung baru bisa ditekan hingga Rp 1,3 triliun. Bahkan, dia akan mengusahakan dana tersebut lebih turun lagi hingga Rp 1,2 triliun.

Ada sejumlah pos yang masih bisa diminimalisir anggarannya. Seperti pengadaan IT dan mebel. Untuk sementara, pembangunan gedung yang menuai kontroversi ini akan ditunda.


(mad/nrl)


Berita Terkait