Sebelumnya dia mengalami sakit perut saat dalam penerbangan menuju Cleveland, AS. Atas saran dokter, pria berumur 86 tahun itu dirawat inap di rumah sakit.
Dokter pun menyimpulkan bahwa Jimmy mengidap infeksi lambung selama program turnya yang ketat. "Dia berterimakasih pada tim medis di Metrohealth dan perawatan yang dilakukan selama di rumah sakit," ujar juru bicara rumah sakit, Eilen Korey, seperti dilansir AFP, Jumat (1/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Carter seharusnya datang ke Joseph-Beth Booksellers di Lyndhurst, pinggiran Cleveland untuk menandatangani buku barunya "White House Diary". Namun gara-gara sakit, peraih Nobel Perdamaian tahun 2002 tersebut terpaksa mengecewakan puluhan orang yang telah menanti kedatangannya.
Presiden AS Barack Obama telah menelepon Carter begitu mengetahui kabar sakitnya. "Presiden Obama berbicara dengan Presiden Carter. Kedengarannya seperti dia baik-baik saja, mengingat dia akan kembali melakukan tur bukunya besok," ujar juru bicara Gedung Putih Bill Burton.
Carter selama ini aktif dalam diplomasi internasional, khususnya menyangkut warga AS yang ditahan di luar negeri. Carter juga aktif sebagai pengamat pemilu di sejumlah negara.
Bulan lalu, Carter pergi ke Korea Utara untuk mengupayakan pembebasan seorang guru AS yang dipenjara karena dakwaan masuk secara ilegal ke negeri komunis itu. Misi tersebut sukses. Carter meninggalkan Pyongyang bersama warga AS tersebut, Aijalon Mahli Gomes yang ditahan sejak Januari lalu.
(mad/did)











































