Keputusan ini diambil setelah pimpinan DPR menggelar rapat dengan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT), tim teknis dan konsultan gedung. Biaya sudah termasuk pembelian mebel dan peralatan IT.
"Setelah dikaji ulang turun menjadi Rp 1,5 triliun lengkap dengan mebel dan IT. Tetapi saya meminta itu ditekan lagi akhirnya mereka menyampaikan kepada BURT bahwa itu turun menjadi Rp 1,3 triliun artinya berkurang Rp 500 miliar," kata Ketua DPR Marzuki Alie saat jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walaupun sudah turun menjadi Rp 1,3 triliun saya berharap itu masih turun lagi menjadi Rp 1,2 triliun, jadi ada penghematan sekitar Rp 600 miliar," tegasnya.
Marzuki menambahkan, kepastian soal kapan gedung tersebut akan dibangun baru diputuskan setelah rapat dengan BURT, tim teknis, konsultan dan fraksi-fraksi di DPR. Sementara itu, dengan pengurangan anggaran tersebut, kualitas gedung dijamin tetap terjaga.
"Volume gedung tidak akan dikurangi. Kalau penghematan di konstruksi dan biaya mebeler serta IT. IT itu dianggarkan Rp 200 miliar, tapi bagi saya kemahalan karena Rp 50 miliar saja cukup. Mebel ada di gedung ini yang masih layak masih bisa dimanfaatkan, nggak perlu semua dibeli," tutupnya.
(mad/nrl)










































