"Presiden besok akan menjadi inspektur upacara besok pagi," kata Juru Bicara
Presiden Julian Aldrin Pasha saat dihubungi detikcom, Kamis (30/9/2010).
Julian menjelaskan, meski menurut para ahli sejarah Presiden tidak harus
memperingati Hari Kesaktian Pancasila, namun karena ini sudah menjadi agenda
rutin, maka Presiden tetap akan melaksanakannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolri dan Panglima TNI. Serta para pejabat dan anggota DPR/MPR.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila memang menimbulkan kontroversi. Sehingga, tak perlu lagi upacara diadakan tiap tahun.Β Menurut sejarawan Asvi Warman Adam, tidak perlu diadakan upacara itu lantaran tidak ada dasar hukumnya.
Sebaliknya, menurut Asvi, Presiden harusnya mengadakan rekonsiliasi nasional
atas peristiwa G30S/PKI di Istana Negara.
Tahun lalu, Hari Kesaktian Pancasila dipimpin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla lantaran Presiden sedang dalam perjalanan dari AS. Sementara, pada 2008 acara berlangsung pada tengah malam lantaran bersamaan dengan bulan puasa.
(anw/nwk)











































