"Kerjasama dengan Kopassus baru sebatas diskusi antara staf dari kedua pihak," kata Dubes AS Scot Marciel dalam perbincangan di kediamannya, di Menteng, Jakarta, Kamis (30/9/2010).
Menurut Marciel, di AS masih ada beberapa aktivis HAM yang mengkritik Kopassus terkait dengan masalah HAM di masa lampau. Namun adalah wajar jika RI-AS memiliki kerjasama militer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apakah Kopassus bisa berperan dalam pemberantasan terorisme? Menurut Marciel, hal itu sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah Indonesia.
"Itu terserah pemerintah Indonesia untuk menentukan peran Kopassus dalam pemberantasan terorisme," kata pria yang juga merangkap Dubes AS untuk ASEAN ini.
(fay/nrl)











































